![]() |
| Foto: Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. |
Palangka Raya, Majalahkalteng.co.id — DPRD Kota Palangka Raya mendorong pemerintah kota untuk menggali berbagai potensi pajak baru guna mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp20 miliar pada 2026.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi mengatakan masih terdapat sejumlah sektor yang belum tergarap maksimal dan berpotensi menambah penerimaan daerah.
“Kenaikan PAD harus cermat. Jangan sekadar menaikkan tarif yang justru mencekik masyarakat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menyebut beberapa sektor yang dapat dioptimalkan antara lain pajak air tanah untuk usaha cucian kendaraan, serta optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Selain itu, sektor kuliner terutama kedai kopi juga dinilai menjadi potensi baru yang menjanjikan dalam mendukung peningkatan PAD Kota Palangka Raya.
“Mengingat minimnya SDA, eksekutif harus berlari kencang mengoptimalkan sektor jasa,” katanya.
Menurutnya, pembaruan data potensi pajak di lapangan juga penting dilakukan agar pengawasan dan pemungutan dapat berjalan lebih maksimal.
Ia menegaskan penguatan PAD harus dibarengi dengan penegakan peraturan daerah dan pengawasan yang ketat agar penerimaan daerah benar-benar optimal.
“Perda harus ditegakkan dengan pengawasan ketat, sambil menggali potensi yang selama ini belum tersentuh,” tutupnya. (red)
