Palanggka Raya, Newsinkalteng.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Kehutanan (Polhut) ke-59 di kawasan Persemaian Hiu Putih, Palangka Raya, Minggu (29/12/2025).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Sinergi Menjaga Hutan – Kolaborasi Membangun Negeri”, yang menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
Upacara HUT Polhut ke-59 dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kesederhanaan tersebut menjadi simbol keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dalam amanatnya yang dibacakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak bencana alam. Ia menegaskan bahwa Polisi Kehutanan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam perlindungan hutan dan penjaga keselamatan masyarakat.
Menurutnya, dedikasi Polhut dalam menjaga kedaulatan ekosistem hutan berkontribusi langsung dalam menekan risiko bencana ekologis, seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, keberadaan Polhut tidak hanya penting dalam konteks penegakan hukum kehutanan, tetapi juga dalam upaya mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan hidup.
Lebih lanjut, Agustan Saining, menegaskan bahwa keberadaan Polisi Kehutanan mencerminkan kehadiran negara dalam melindungi hutan sekaligus rakyatnya.
“Polhut bukan hanya simbol kekuatan negara dalam menjaga hutan, tetapi juga penjaga keselamatan rakyat. Kehadiran mereka di lapangan, baik dalam patroli, penegakan hukum, maupun saat membantu masyarakat terdampak bencana, adalah wujud nyata komitmen negara,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Menteri Kehutanan juga menyoroti tingginya risiko tugas Polisi Kehutanan di tengah maraknya kejahatan kehutanan yang semakin kompleks dan terorganisir. Karena itu, Polhut dituntut untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan persuasif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum yang tegas dan terukur.
Perlindungan hutan, lanjutnya, membutuhkan profesionalisme, integritas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Jaga sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Hutan Indonesia adalah tiang penyangga kehidupan bangsa, dan saudara-saudara adalah garda terdepannya,” tegas Agustan
Melalui semangat “Sinergi Menjaga Hutan – Kolaborasi Membangun Negeri”, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integritas, kapasitas, dan profesionalisme Polisi Kehutanan demi menjaga kelestarian hutan serta keselamatan ekologis bangsa.[Hry/Red]
