Tiga tersangka yang kini diamankan masing-masing berinisial AS (Agus Sofi), C (Cece), dan R (Reynold). Sementara satu pelaku lainnya, Hengky, berhasil melarikan diri saat upaya penangkapan berlangsung.
“Penangkapan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman KM 21, sekitar Jembatan Sei Lenggana, pada Sabtu malam, 8 November 2025,” terang Plt. Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, Senin (10/11).
Ruslan menjelaskan bahwa pengungkapan jaringan narkoba ini merupakan hasil dari penyelidikan yang dilakukan selama beberapa minggu. Berawal dari laporan masyarakat, petugas melakukan pemantauan terhadap dua mobil mencurigakan yang kerap melintas di wilayah Kotawaringin Timur.
“Saat hendak diamankan, para tersangka sempat melawan dan mencoba melarikan diri. Petugas akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan agar situasi bisa terkendali,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan di lokasi menemukan delapan paket sabu dengan berat total 8,3 kilogram serta 100 butir pil ekstasi yang disembunyikan di dalam boks audio mobil.
Setelah dilakukan pengembangan, tim BNNP Kalteng menggeledah rumah pasangan Agus Sofi dan Cece di Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang. Dari rumah tersebut, kembali ditemukan 111 butir pil ekstasi tambahan yang disimpan untuk diedarkan ke beberapa daerah.
Menurut hasil pemeriksaan, jaringan ini memiliki peran yang terstruktur.
R dan H berperan sebagai penerima sabu dari Kalimantan Barat.
AS dan Ce bertugas menjemput dan mengedarkan barang ke wilayah Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya.
“Dari pengakuan mereka, barang tersebut dikendalikan oleh seseorang bernama Diwan, yang saat ini telah diamankan oleh BNNP Kalimantan Barat,” tambah Ruslan.
Ruslan menegaskan bahwa BNNP Kalteng tidak akan berhenti sampai di level pengedar lapangan. “Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga ke pengendali utama jaringan. Peredaran narkoba di wilayah Kalteng harus diberantas tuntas,” tegasnya.
Operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman narkotika. Selain menyelamatkan ribuan jiwa dari potensi penyalahgunaan, keberhasilan ini juga memperkuat sinyal bahwa BNNP Kalteng siap menutup ruang gerak sindikat narkoba lintas provinsi.[Red]
Tags:
BNNP Kalteng
